Resensi Buku Risalah Ibnu Fadhlan (Ahmad bin Fadhlan)

Resensi ditulis oleh Di Mashudi yang dipublikasikan di ideatra.co.

Pada abad sebelum teknologi menjadi bagian dari hidup manusia, betapa pentingnya menjadi seorang yang melakukan ekspedisi ke berbagai wilayah untuk menggambarkan garis kekuasaan, menarasikan kebudayaan, keyakinan, serta bentuk dari manusianya. Sepertinya akan sangat mustahil kita dapat mengetahui kebiasaan masyarakat di dunia yang tak sempat terekam oleh media cetak mapun elektronik, tanpa kehadiran dan kerelaan tokoh-tokoh muslim abad ke-10.

Dari beberapa tokoh muslim pada abad ke-10, muncul satu sosok bernama Ibnu Fadhlan. beliau melakukan perjalannya dari Baghdad hingga Eropa Utara, Atas perintah Al-Muqtadir Billah Ja’far bin al-Khalifah al-Mu’tahid. Dalam perjalanannya beliau berhasil mencatat secara detail dan ringkas informasi tentang suatu wilayah, keyakinan, dan kebiasaan suatu bangsa.

Dengan bekal pengetahuan sastra dan kedalaman ilmu Fiqihnya, Ibnu Fadlan mampu mengalahkan catatan ekspedisi para seniornya seperti, Al-Kindi, Ibnu Rusyd, dan Al-Istikhari. Tak heran jika karya Ibnu Fadhlan sampai saat ini menjadi refrensi penting bagi cendikiawan kelas dunia.

Yang sangat menakjubkan dari Risalah ini adalah fakta bahwa meskipun ditulis oleh ahli fiqh, namun ia sangat baik dalam memberi penjelasan seindah gubahan para ahli sastra (Hal 28).

Dalam perjalanannya, Ibnu Fadhlan tidak hanya mencatat dan menggambarkan tatanan kota beserta pemerintahanya, tetapi ia juga mencatat secara detail apa-apa yang ia saksikan dan mengutip beberapa percakapan yang dilakukan bersama mereka. Selain itu, ia juga menggambarkan bagaimana para penguasa, pemimpin dan tokoh-tokoh suku secara seimbang. Gambaran wajah dan keadaannya pun digambarkan secara ringkas (Hal 32). Keahlian dalam menarasikan segala bentuk kondisi dan kelihaiannya dalam berbahasa, telah mampu mengundang para peniliti untuk membedah hasil dari perjalanannya.

Yang paling menarik dalam catatan Ibnu Fadhlan adalah, ketika ia sampai di Rusia. Di negara inilah ia mencatat segala kebiasaan masyrakat, bentuk tubuh, serta pakainnya. Aku melihat bangsa Rusia tengah melaksanakan misi perdagangan mereka dan berlabuh disungai Atil. Saya belum melihat bentuk tubuh yang lebih sempurna dari mereka (Hal 153).

Ekspedisi yang dilakukan oleh Ibnu Fadhlan ke berbagai daerah, telah mampu membuka mata para cendikiawan untuk melihat lebih jelas kawasan dunia yang belum banyak terungkap. Hasil catatanya telah menjadi refrensi bagi cendikiawan selanjutnya untuk memahami kebudayaan dan kebiasaan orang-orang terdahulu. Sebab memahami kebisaan-kebiasaan masyarakat sebelum kita dilahirkan adalah cara efektif untuk mempertahankan nilai luhur bagi suatu bangsa.