Dari Arab, Kita Mengabil Karekter Bukan Ajaran

Tulisan ini bukan bermaksud untuk mencela bangsa Arab, bukan pula untuk memujinya. Oleh karenanya, jika Anda termasuk bangsa Arab atau sekadar fanatik terhadap Arab, mohon jangan tersinggung jika merasa dicela dan jangan berbangga jika merasa dipuji setelah membaca tulisan ini.

Read more...

Kiai(nya) Pelacur dan Tobatnya Seorang Preman

Sikapnya hangat bersahabat, gaya bicaranya ceplas-ceplos, ekspresi dan gesturnya juga khas. Saat bercerita, bibirnya terus menerus mengepulkan asap rokok. “Ya begini ini saya, Mas. Apa adanya. Suroboyoan… hahaha.” tawanya meledak. Tubuhnya berguncang mengimbangi ledakan tawanya.

Read more...

Hakikat Kebenaran

Semakin banyak saja orang menjadi hakim. Bukan hakim sungguhan yang memutus perkara di pengadilan, melainkan orang dengan gaya hakim, yang selalu membuat judgment: ini salah itu benar, ini lurus itu sesat. Di masyarakat, orang semakin mudah saling menuding. Masing-masing merasa diri paling benar. Dalam urusan agama, bahkan sesama mereka dalam satu agama, fenomena ini kian terasa, misalnya dengan munculnya gerakan tabdi’ (saling membidahkan) atau takfir (saling mengafirkan).

Read more...

Islamisme yang Meringkus Kebhinekaan

Gelombang kelompok politik yang menggunakan simbol-simbol keagamaan semakin mengeras dan meruncing. Kekuatan politik ini berusaha mengambil untung dari polarisasi publik, keterbelahan masyarakat, dan jurang sentimen etnis.

Read more...