Paradigma Islam Profetik Kuntowijoyo

Kuntowijoyo merupakan ahli dalam bidang sejarah. Sudah banyak karyanya yang terkait dengan sejarah, baik yang berupa tulisan-tulisan artikel maupun buku-buku. Dengan kemampuannya ini, Kuntowijoyo menggunakan metodologi dalam sejarah untuk melihat sosial-politik Islam di Indonesia. Dalam buku yang berjudul Sejarah Umat Islam Indonesia, dia melihat adanya gerak sejarah yang panjang dalam umat Islam di Indonesia. 

Read more...

Mat Pilis, Kahlil Gibran, dan Napas Ilahi

Mat Pilis duduk bersanding pisau. “Kalau ada orang yang menghinaku,” ujarnya dengan lantang, “pasti kutikam.”

Ancaman tersebut tak sekadar gertak sambal. Meski namanya terdengar aneh—seolah berasal dari negeri dongeng, Mat Pilis bukan tokoh fiksi. Dia penghuni Pasar 16 Ilir yang akhirnya meninggal tragis. Dia tewas dilahap jago merah yang pernah membakar habis pasar tradisional tertua di Palembang itu.

Read more...

The Whirling Dervish dan Hagia Sophia

Pagi sekali saya tiba di  Istanbul setelah hampir delapan jam perjalanan darat. Sejak tiba di Istanbul sebelumnya, telah enam kali saya harus menempuh perjalanan darat antarkota (kadang juga antarprovinsi), menempuh jarak lebih kurang 1.775,9 kilometer in total, setara dengan lebih kurang dua puluh satu jam. Belum termasuk menunggu bus, perjalanan bus dalam kota, dan ketidaktepatan waktu-tempuh. Setelah numpang mandi dan numpang menaruh barang di salah satu flat mahasiswa Indonesia, Haka, teman saya, menemani saya sarapan dan mengantar saya ke Blue Mosque di bilangan Sultanahmet Square.

Read more...

Depolitisasi, Fanatisme, dan Hiperpolitisasi Agama

Tesis kebebasan mengungkapkan bahwa fanatisme agama lahir akibat tiadanya kebebasan di ruang publik. Itu artinya fanatisme memiliki makna yang searah dengan otoritarianisme dan kediktatoran. Sikap fanatisme ingin menjadikan agama sebagai satu-satunya pranata publik yang memiliki ketegasan imperatif bagi kehidupan politis sekaligus keberagamaan sebagai bentuk ekspresi kehidupan, baik di ruang privat maupun publik.

Read more...