Terlatih Melupakan

Suatu ketika, saya boarding meninggalkan Istanbul menuju Amsterdam. Meninggalkan matahari Musim Panas Turki menuju Amsterdam yang dingin. Masih ada seminggu sebelum perjalanan ini tergenapi. Syukurlah tidak seperti perjalanan dari Roma ke Istanbul, perjalanan ke Amsterdam ini tidak perlu diwarnai aksi pengerjaan essay untuk keperluan assignment. Draf sudah dikirim per hari pertama di Ankara dan feedback akan diterima, jika tepat waktu, ketika saya berada di Luxemburg. Akan tetapi, kegelisahan saya rupanya belum tuntas. Fakta bahwa di Amsterdam pun saya masih harus ‘meraba-raba dalam gelap’ membawa saya pada asumsi-asumsi lain. 

Read more...

Sama yang Beda

Dalam teori siklus ala Ibn Khaldun, suatu kekuasaan itu mengalami lima tahap. Tahap pertama ialah konsolidasi, kedua ialah tirani, ketiga ialah sejahtera, keempat ialah kepuasan hati, dan kelima ialah hidup boros sehingga tinggal menunggu masa kehancuran. Dari masa ke masa, kekuasaan di era klasik hingga akhir abad pertengahan selalu timbul-tenggelam seperti itu.

Read more...

Comoedia Religiosus

Agama sering tampil dalam dua sisi: keramahan dan kemarahan. Dua sisi ini selalu muncul sehingga sebagian merasa agama sebagai sumber kasih sayang, namun di sisi lain agama juga dianggap sebagai ancaman bagi lian. Keramahan agama ditampilkan oleh mereka yang memiliki kesadaran batin yang diwujudkan dalam tindakan nyata dengan memberi rasa aman, kenyamanan, dan kesejahteraan bagi manusia dan alam di sekitarnya. Sebaliknya, kemarahan agama ditampilkan oleh mereka yang memahami agama dengan cara kaku, tertutup, mendaku sebagai pemilik kebenaran tunggal, dan menganggap lian sebagai musuh yang harus diperangi dan dibinasakan. 

Read more...

Jalan Sufi

Sufisme, dengan kesalehan asketisnya, mula-mula lebih banyak memberikan penekanan pada dorongan batin yang merupakan reaksi terhadap perkembangan syariat berbasis lahiriah. Namun demikian, sejak abad ke-3 H, sufisme dengan doktrin makrifatnya mulai menggugat otoritas intelektual. Padahal, sejak abad ke-3 H pula, kaum sufi sebenarnya berasal dari kelas tertentu di kalangan para teolog, bukan lawan dari teologi.

Read more...